Keranda Jenazah Mayat

Mayat Terjatuh dari Keranda Jenazah Mayat di Peringatan Hari Kemerdekaan

Keranda Jenazah MayatKeranda Jenazah Mayat. Warga Desa Gapuro, Kec. Warungasem, Kab. Batang, dalam rangka memperingati hari kemerdekaan Republik Indonesia ke-72, melewati Kesibukan Pemerintah Desa mengadakan Karnaval Keliling Desa. Kecuali sebagai wujud ikut serta serta merayakan Ulang Tahun Kemerdekaan RI, acara ini dijadikan juga untuk menyatukan segala lapisan masyarakat Desa Gapuro.

Acara Karnaval Keliling Desa ini ditiru oleh segala elemen masyarakat, dari buah hati-buah hati, pemuda, dan orang tua. Kecuali menampakkan potensi masyarakat, bermacam kisah cerita yang sudah terjadi di Desa Gapuro ini malah ikut serta ditampilkan dalam wujud Aksi Teatrikal di acara ini. Salah satunya, tragedi penghilangan nyawa orang lain yang terjadi hampir satu tahun yang lalu.

Kisah yang sudah diatur sebagai kasus penghilangan nyawa orang lain hal yang demikian dikenalkan dalam wujud sindiran yang aplikasikan dalam aksi “Mayat terjatuh dari Keranda”, yang dibawakan oleh tokoh pemuda dari Gg. 4, dimana kasus penghilangan nyawa orang lain itu terjadi. Aksi hal yang demikian menyiratkan sindiran bahwa pada Kasus Nyawa hal yang demikian seakan disampingkan. Tergambar dari mayat yang sengaja dijatuhkan oleh pembawa keranda, yang kemudian berpura-pura seakan tak tau. Sampai pada hasilnya, masyarakat yang memandang secara spontan dengan inisiatif mereka berteriak dan memanggil pembawa keranda. Perlu banget kan keranda ambulance?

Masyarakat Desa Gapuro sendiri mengukur, aksi hal yang demikian ialah aksi yang positif, sebab hal hal yang demikian dituangkan dalam acara karnaval tahunan yang bersifat lazim. “Dari mulanya, sebab memang Gg. 4 ini masih dalam suasana berduka cita, sepertinya ya mengingatkan hal-hal yang telah pernah terjadi itu agar dapat kencang terkuak.” Terang Ketua RT di RT 02, RW.02 yang ialah salah satu tokoh masyarakat dimana kasus penghilangan nyawa orang lain itu terjadi. “Keinginan kedepannya, mohon dengan amat bagi aparat untuk seketika menindaklanjuti kasus yang terjadi di Gg 4 ini.” tambah beliau.

Kasus Nyawa yang terjadi di Desa Gapuro, dengan korban bernama HANIYAH binti SUTRISNO, memang sampai dikala ini belum juga terkuak. Banyak warga yang masih terus bertanya-tanya bagaimana kelanjutan dari usaha penguakan kasus oleh aparatur memiliki wewenang.

Warga ingin, di hari Perayaan Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ini, menjadi semangat bagi aparatur memiliki wewenang untuk bisa berprofesi lebih optimal dalam upaya membongkar kasus Nyawa yang sampai dikala ini masih terus memunculkan keresahan di Masyarakat Desa Gapuro. (AP – Gapuro, 17/08/2017)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *