KRI Nanggala-402 Tenggelam 850 Meter, 53 Prajurit Gugur

KRI Nanggala-402 Tenggelam 850 Meter, 53 Prajurit Gugur

Setelah lima hari hilang, kapal selam KRI Nanggala-402 akhirnya ditemukan tenggelam di perairan Bali. Keberadaan KRI Nanggala-402 terdeteksi oleh KRI Rigel yang sedang melaksanakan multibeam echosounder.

Empat tahun lalu, peristiwa tragis kapal selam militer tenggelam mengguncang dunia. Kala itu dialami Angkatan Laut Argentina, ARA San Juan (S-42). Kisahnya mirip-mirip dengan KRI Nanggala 402 milik Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang tenggelam di perairan utara Laut Bali April 2021.

KRI Nanggala-402 Tenggelam 850 Meter, 53 Prajurit Gugur

TNI AL menyatakan kapal selam KRI Nanggala 402 telah tenggelam akibat retakan besar setelah sejumlah peralatan dari kapal tersebut ditemukan di permukaan laut selama dua hari terakhir. Tipis harapan untuk menemukan salah satu dari 53 awak kapal tersebut dalam keadaan hidup.

TNI Resmi Nyatakan KRI Nanggala 402 Tenggelam di Kedalaman 850 Meter

Kabar tersebut disampaikan langsung oleh Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) TNI Yudo Margono. Sekretaris Submarine Institute of Australia Frank Owen mengatakan, kapal selam tersebut tenggelam sangat dalam. Menurutnya, kondisi tersebut membuat tim penyelamat sangat sulit untuk menjangkaunya sebagaimana dilansir Associated Press.

Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Yudo Margono mengatakan kepada wartawan, persediaan oksigen di kapal selam akan habis pada 24 April. Ia mengatakan tim penyelamat menemukan benda tak dikenal dengan kekuatan magnet tinggi di kawasan itu dan para pejabat berharap itu merupakan kapal selam.

Kasel KRI Nanggala-402 milik TNI AL yang hilang kontak di perairan utara Bali membawa 53 awak di dalamnya. Kondisi 53 prajurit TNI Angkatan Laut (AL) yang berada di dalam kapal tidak bisa dipastikan meski kapal selam itu dinyatakan tenggelam.

TNI Resmi Nyatakan KRI Nanggala 402 Tenggelam

Rekomendasi Artikel Lainnnya http://gulforthodoxchurch.org/sop-transportasi-darat/

Laksamana Yudo Margono menjelaskan, tenggelamnya kapal selam buatan Jerman itu ditandai dengan adanya bukti otentik berupa serpihan yang diyakini sebagai komponen milik KRI Nanggala. Serpihan itu terdiri pelurus tabung torpedo, pipa pendingin, botol berwarna oranye yang berfungsi untuk pelumasan naik turun kapal selam, alas yang dipakai ABK, spons dan tumpahan minyak di sekitar lokasi.